Pengalamanku Tentang Indonesia
Aku tak akan pernah melupakan hari itu.
Masih sangat teringat di benakku betapa menggetarkannya sensasi mengharukan yang menyeruak pada sore itu. Di sebuah acara yang digelar sebuah perusahaan multi-nasional pada tahun 2004 di Jakarta, untuk pertama kalinya aku diundang sebagai pembicara di negeri sendiri. Sepertinya berita tentang prestasiku di Singapura sudah terdengar sampai ke Indonesia.
Yang membuatku bergetar adalah, ini Jakarta. Dan kedua orangtuaku hadir.
Empat ribu orang memadati acara itu, siap mendengarkan aku berbicara. Aku memasuki ruang seminar dengan perasaan yang bergejolak. Antara haru, bahagia, tak percaya. Ribuan orang itu memandangku dengan hormat dan mereka bertepuk tangan. Mereka mungkin tidak bisa membaca perasaanku yang sesungguhnya. Sore itu aku bukan hanya bangga dan bersemangat. Aku juga ingin menangis….
Ini bukan kesempatan bicara yang pertama untukku. Namun kesadaran bahwa “ini Jakarta” dan orangtuaku ada di antara ribuan penonton itu, membuat batinku amat bergemuruh.
Aku melangkah dengan gemetar ke podium. Mataku nyaris basah kalau saja aku tidak mati-matian menahannya. Pidatoku malam itu terbata. Dengan suara tersendat, aku menceritakan bagaimana sukses bisa kuraih. Kukisahkan secara jujur bagaimana aku memulai pekerjaanku. Pada detik itu tiba-tiba saja aku seperti diterbangkan ke bertahun-tahun sebelumnya, ketika aku duduk gelisah di dalam pesawat menuju Singapura dan membayangkan apa yang akan terjadi pada hidupku.
Aku memandang orangtuaku di kursi penonton. Kedua orang yang kucintai inilah yang membangkitkan semangatku. Sore itu aku berdiri di depan mereka dalam posisi yang membuat mereka bangga. Aku, berbicara di depan ribuan orang karena sebuah prestasi. Dan ini Jakarta. Indonesia. Aku kembali ke negeriku, tidak membawa kekalahan….
Tahun ini, sebuah keputusan besar telah kubuat sebagai ekspresi nyata dari semangatku untuk terus menyebarkan kebaikan. Aku dan suamiku, Alva, akan lebih banyak tinggal di Indonesia dan berkarya di negeriku tercinta. Aku akan mengembangkan kesempatan untuk sebanyak mungkin bisa berbicara di hadapan kawula muda dan mendorong mereka untuk meraih sukses sejak muda. Aku juga tengah menggodok beberapa rencanaku untuk bisa berkarya di Indonesia.
Aku berbahagia karena ada begitu banyak orang dan institusi yang bersedia membantuku, bekerja sama untuk menciptakan hal-hal yang baik. Semoga rencana positif untuk berkarya di Indonesia akan terus terbina dan mewujud menjadi sesuatu yang bermakna.
Dalam setiap seminar yang kugelar di Indonesia, aku memiliki kebiasaan untuk memulai dan mengakhiri seminar dengan meneriakkan yel-yel, “Indonesia, Majulah!” Dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Aku ingin peserta merasakan getaran cinta pada negeri selama mengikuti seminarku. Segala yang kita lakukan sesungguhnya sangat berpengaruh pada kejayaan bangsa ini. Disadari atau tidak, kita adalah elemen kecil yang saling terkait dan akhirnya membentuk kewibawaan bangsa di mata internasional.
Niatku untuk lebih sering menggelar seminar di Indonesia merupakan caraku untuk membuktikan rasa cinta pada negeri. Harapanku, akan lebih banyak anak-anak muda yang mengenali benih cita-cita dan konsep perjuangan mereka. Mereka tahu untuk apa mereka melakukan suatu pekerjaan. Mereka tahu apa arti kewibawaan dari sebuah kemandirian. Kualitas diri kita akan berkontribusi membentuk kualitas bangsa.

Ms Merry Riana adalah seorang Pengusaha Miliarder,
Penulis Buku Terlaris dan Motivator Wanita No.1 di Indonesia & di Asia.
Dapatkan bukunya ‘Dare to Dream Big’ secara GRATIS
di www.MerryRiana.com








