Bebas Bekerja Tanpa Batas

Saya people

Saya People – edisi 15

January 10, 2007  /  saya  /    0

Saya People – edisi 15 - Change The WorldPada beberapa halaman berikut ini, SAYA mencoba untuk menampilkan beberapa testimoni orang-orang yang dalam
kesehariaannya, mereka mencoba membuat hidupnya lebih indah.

Yang kadang-kadang tanpa disadari bisa memberi pengaruh yang baik untuk orang laintentunya atau mungkin membuat dunia jadilebih baik.

1. Mengingat Nama Seseorang
2. Tersenyum
3. Mengucapkan Terima Kasih
4. Hemat Listrik
5. Luangkan waktu untuk mendengarkan
6. Memeluk
7. Menggunakan Tangga
8. Membawa anak ke kantor
9. Meluangkan waktu dengan seseorang dari generasi berbeda
10. Mendonorkan darah

Saya Magazine - Change the world1. Remember people’s names/Mengingat nama seseorang

Ari Ceper
Real Name: Harrie Sabrang
27 tahun
Karyawan TV Swasta
“Saat SMP dulu sekitar tahun 1992, kebetulan saya paling kecil diantara teman-teman dan sering dipanggil ‘ceper’. Waktu kuliah di Teknik Arsitek saya juga punya cita-cita membuat ceper pesawat, makanya teman-teman menjuluki saya dengan nama Ari Ceper sampai sekarang.”

Negro
Real Name: Sefni
28 tahun
Operation Manager Pub

“Panggilan Negro mulai akrab saat saya memasuki Kota Malang. Karena saya satu-satunya pria berkulit hitam di lingkungan kerja saya, maka panggilan itu muncul begitu saja. Pertama mendengar membuat saya sedikit kesal. Namun lama-kelamaan saya mulai suka dan berkat nama Negro, saya sekarang lebih dikenal banyak orang.”

Jambul
Real Name: Rizal Syarif
24 tahun
Outsearching Event Organizer

“Pada waktu SMU trend cukur jambul sedang trend. Saya pun mencukur model rambut jambul. Karena kebetulan di sekolah ada dua nama Ichal, untuk membedakannya saya dipanggil Ichal Jambul. Tapi karena terlalu panjang akhirnya di panggil Jambul saja. Dan nama ini terus popular di tempat kuliah hingga di dunia kerja. Awalnya agak risih dan malu juga  apalagi dengan orang yang lebih tua, tapi karena terbiasa lama kelamaan saya enjoy dengan julukan Jambul.”

edisi 15 - Change The World

2. Tersenyum

“Senyuman sangat penting bagi saya. Dengan senyum tulus akan memancarkan aura kebaikan kita, hati kita. Karena senyuman yang tersungging di bibir kita adalah keindahan jiwa, pikiran dan pribadi seseorang. Dengan senyum akan memberikan dampak positif pada diri kita dan orang lain.
Senyum buat saya adalah ibadah dan tidak perlu mengeluarkan biaya untuk melakukannya. Mulailah dari lingkungan sekitar, misalnya di kantor atau di rumah”.

Andi Indri C. Lantara (Indri), 24 tahun
Costumer RelationOfficer
Photographer: Ari. S

edisi 15 - Change The World

3. Mengucapkan Terima Kasih

Terima kasih adalah dua kata sederhana, tetapi membawa efek yang luar biasa bila diucapkan dengan tulus. Berdasarkan penelitian, orang akan merasa lebih
dihargai jika diberi ucapan terima kasih atas pekerjaan mereka.
Menurut survey di Inggris: 100 % orang Inggris merasa lebih baik apabila diberi penghargaan dengan ucapan terima kasih.

Tukang Pos
(M. Syukri. S, 27 tahun)

Pelayan
(Aldilah Megasari/Adhe, 19 tahun)

Guru (Fanny Assafie, 23 tahun)

Photographer: Ari. S

edisi 15 - Change The World

4. Hemat Listrik

Rata-rata TV stand by 17,5 jam setiap hari. Bahkan ada yang sampai 21,5 jam per hari. Jika setiap rumah tangga menggunakan 2 TV itu sama saja dengan menghabiskan 35 KWH/tahun. Dan itu sama jika dibandingkan pada saat mengendarai sebuah mobil dan kita membuang energi sepanjang 25 kilometer.
Menurut laporan, penghematan listrik bisa dilakukan apabila kita mematikan TV, dvd player, tape dan lampu tidak dalam posisi stand by, melainkan langsung dari main powernya. Begitu juga dengan charger handphone. . Menurut survey, jika setiap orang di Inggris mematikan TV dalam satu malam, akan ada penghematan listrik sekitar 66 juta pound sterling.

edisi 15 - Change The World

5. Take time to listen/ Luangkan waktu mendengarkan

Di United Kingdom,  masalah kesehatan yang terbesar adalah depresi. Menurut laporan, 12 juta orang mengalami depresi. Padahal untuk mengatasinya bukan masalah besar, cukup dengan mendengarkan saja masalah mereka.
Banyak hal-hal kecil yang bisa kita lakukan untuk mengurangi tingkat depresi seperti meluangkan waktu untuk mendengarkan.
Melakukan hal ini tidak semudah yang dibayangkan. Dengarkanlah seseorang, jangan memmberi komentar dan jangan berusaha meyelesaikan masalah mereka. Cukup mendengarkan.

edisi 15 - Change The World

6. Memeluk / hug

Bersahabat sejak Mei 2004 saat bekerja
menjadi penyiar di salah satu stasiun radio di Makassar. Berbeda karakter, yang satu ramai dan satunya lagi tenang, membuat mereka saling membutuhkan.
Mereka punya selera fashion dan aksesoris yang sama.

“Saya orangnya blak-blakan. Apa adanya. Dengan sentuhan apalagi dari seorang
sahabat bisa membuat tenang saya apalagi saat menghadapi
masalah berat”.
Vidi, 23 tahun
Penyiar Radio

“Saya orangnya lebih ngemong. Dan setiap orang rasanya membutuhkan sentuhan,
apalagi jika dari orang-orang terdekat kita”.
Sesi,23 tahun
Penyiar Radio

Photographer: Ari. S

edisi 15 - Change The World

7. Menggunakan Tangga

“Saya lebih sering menggunakan tangga dibandingkan lift. Bahkan saya sedikit kaget saat pertama kali bekerja di sini karena seluruh staff menggunakan lift. Makanya saya terapkan kebijakan agar seluruh staff menggunakan tangga jika naik atau turun lantai. Hal ini kami lakukan untuk efisiensi energi juga bagus untuk kesehatan. Selain itu, tidak menganggu kenyamanan tamu. Sekali jalan menggunakan lift, costnya mahal bisa mencapai ratusan watt”.

Effendy Hamzah,39 tahun
General Manager Hotel
Location: Royal Regency Hotel Makassar

Photographer: Md. Akbar

edisi 15 - Change The World

8. Membawa anak ke kantor

“Saya kadang-kadang membawa anak pada Jumat atau Sabtu sore saat pekerjaan tidak banyak. Paling tidak anak akan mengenali pekerjaan ibunya jadi saat berangkat kerja dia tidak akan menangis lagi. Saya sangat senang bisa membawanya sekali-kali ke kantor karena sambil bekerja bisa bermain dengannya”.

Isma Azis Riu (Chimot), 29 tahun
Corporate Sales Perusahaan
Telekomunikasi
dan Shasa,15 bulan

Photographer: Ari. S

Saya people - edisi 15

9. Meluangkan waktu dengan seseorang dari generasi berbeda

Gilang Anggara Putra, 7 tahun. Hampir setiap Sabtu menghabisakn waktunya dengan Miradj Safa yang sudah berumur 66 tahun.

Entah itu mengutak-atik mobil atau hal-hal lain yang bisa dilakukan bersama.Bukan hanya Gilang yang belajar banyak dari pengalaman Miradj, tetapi juga dengan berada di sekitar orang yang lebih muda, membuat Miradj tetap muda dan terbuka pada hal-hal yang baru.

Photographer: Ari. S

edisi 15 - Change The World

10. Mendonorkan darah

Mendonorkan darah, kedengarannya mengerikan. Padahal di sisi lain itu sesuatu yang baik. Banyak manfaat yang didapat dengan melakukan donor darah. Salah satunya badan akan terasa lebih sehat dan bugar, karena sel-sel baru akan terbentuk. Beberapa orang mengalami penambahan berat badan, meningkatkan nafsu makan & membuat tidur makin nyenyak

Dengan donor darah,banyak nyawa yang terselamatkan. Misalnya saat seseorang kehabisan darah karena kecelakaan atau usai melakukan operasi besar. “Saya mempunyai golongan darah O dan sudah 17 kali mendonorkan darah. Saya melakukannya karena rasa kemanusiaan. Karena tidak bisa menyumbangkan dalam bentuk materi, makanya saya menyumbangkan darah.”

Adano La M. Waaring
31 tahun
Aktifis LSM & Freelance Working
Makassar

1. Remember people’s names/Mengingat nama seseorang

Ari Ceper

Real Name: Harrie Sabrang

27 tahun

Karyawan TV Swasta

“Saat SMP dulu sekitar tahun 1992, kebetulan saya paling kecil diantara teman-teman dan sering dipanggil ‘ceper’. Waktu kuliah di Teknik Arsitek saya juga punya cita-cita membuat ceper pesawat, makanya teman-teman menjuluki saya dengan nama Ari Ceper sampai sekarang.”

Negro

Real Name: Sefni

28 tahun

Operation Manager Pub

“Panggilan Negro mulai akrab saat saya memasuki Kota Malang. Karena saya satu-satunya pria berkulit hitam di lingkungan kerja saya, maka panggilan itu muncul begitu saja. Pertama mendengar membuat saya sedikit kesal. Namun lama-kelamaan saya mulai suka dan berkat nama Negro, saya sekarang lebih dikenal banyak orang.”

Jambul

Real Name: Rizal Syarif

24 tahun

Outsearching Event Organizer

“Pada waktu SMU trend cukur jambul sedang trend. Saya pun mencukur model rambut jambul. Karena kebetulan di sekolah ada dua nama Ichal, untuk membedakannya saya dipanggil Ichal Jambul. Tapi karena terlalu panjang akhirnya di panggil Jambul saja. Dan nama ini terus popular di tempat kuliah hingga di dunia kerja. Awalnya agak risih dan malu juga apalagi dengan orang yang lebih tua, tapi karena terbiasa lama kelamaan saya enjoy dengan julukan Jambul.”


COMMENTS

PINGBACKS

No Pingbacks

POST A COMMENT









 Follow this comment from email.

Copyright 2010 - Saya Magazine