
Tujuan dan prioritas hidup masing-masing orang kadang berbeda. Begitu juga dengan sosok pria bernama lengkap Jupiter Fortissimo Jansen Talloga yang akrab dipanggil Jupe. Meskipun sempat menghilang dari dunia keartisan yang membesarkan namanya dan bergelut di bidang kerohanian, namun keduanya tetap seiring sejalan. Yang penting bagi pria kelahiran 3 Februari 1982 ini, semua hal yang dilakukan harus bisa menjadi berkat bagi orang lain.
Sekarang sedang sibuk apa?
Baru saja syuting film horor. Ini pertama kalinya buat saya. Tadinya ingin main di film drama tapi kesempatannya lagi di sini dan memang sekarang sedang demam film horor. Film ini kemungkinan dirilis Februari 2007 jadi tidak tabrakan dengan film-film horor yang beredar sekarang.
Tidak takut dianggap Ikut-ikutan?
Terserah orang mau bilang apa. Yang pasti di situ peranan saya lumayan penting. Saya terima karena skenario dan sutradaranya juga bagus, jadi saya rasa hasilnya juga akan bagus tidak seperti film-film horor kacangan.
Jarang terlihat main di sinetron?
Kalau terlalu sering main di sinetron, biasanya susah untuk main di film. Makanya saya sengaja memilih beberapa sinetron saja. Untuk saat ini saya sedang konsentrasi main di film dulu.
Atau karena lebih konsentrasi di bidang kerohanian?
Itu juga sih. Karena sekarang seminggu sekali siaran di radio dan melakukan pelayanan bersama teman-teman saya.
Pada saat siaran dan bisa menyelesaikan masalah orang lain, bagaimana perasaan kamu?
Bisa menjawab SMS atau telpon saja sudah senang. Karena kita tidak tahu apakah dengan jawaban itu mereka akan bisa menyelesaikan masalah. Saya bersyukur sekali kalau ternyata jawaban kami bisa meringankan masalah mereka.
Perubahan apa yang dirasakan setelah sebelumnya pure di artis dan sekarang di kerohanian?
Pastinya ada. Tapi tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata, hanya saya dan Tuhan yang mengetahuinya. Yang pasti ada perubahan sikap, tingkah laku, pola dan gaya hidup saya menjadi lebih baik.
Jadi kamu memprioritaskan yang mana?
Yang pertama pastinya Tuhan. Untuk karis saya tetap memegang profesionalisme. Karena tidak semua manusia yang konsen ke kerohanian kemudian seluruh hidupnya diserahkan untuk mengabdi pada Tuhan. Bermain di sinetron yang berkat juga bisa menjadi bentuk pelayanan pada Tuhan. Berusaha menjadi diri sendiri dan menjadi berkat bagi orang lain itu yang lebih penting buat saya.
Siapa yang mendorong melakukannya?
Yang pasti diri saya sendiri. Karena kalau dari orang lain takutnya terpaksa. Keluarga juga, karena kebetulan memang mereka aktif di situ.
Kalau disuruh memilih sinetron dan film, kamu pilih yang mana?
Kalau berbicara secara finansial memang main film tidak sebanyak di sinetron. Dan sekarang saya memang masih cinta dunia sinetron. Tapi kalau ada tawaran main film, ayo saja.
Pernah tidak ada tawaran nyanyi?
Saat ini sih menyanyi buat Tuhan saja. Dan sekarang saya ada di Makassar juga dalam rangka itu. Kebanyakan sih buat mengisi acara gereja dan saya lebih konsentrasi buat anak-anak muda, sehingga mereka bisa menjadi berkat bagi orang lain.
Keinginan kamu untuk merubah dunia menjadi lebih baik?
Mau mengembalikan kondisi anak muda yang lebih baik. Karena dulu saya juga pernah merasakan kehidupan anak muda yang bebas dan melakukan apa saja. Saya hanya ingin bilang, carilah Tuhan dan kalian akan dapatkan semuanya.
Obsesi ke depan?
Saya ingin bisa menjadi seperti Mel gibson karena bisa membuat film yang menyentuh jiwa. Tapi kalau aktris saya ingin seperti Al Pacino. Di bidang kerohanian, saya ikuti saja apa yang akan dikehendaki Tuhan. Yang pasti kalau sebagai artis saya ingin bisa menjadi artis yang berkat dan bisa meng influence ke orang lain menjadi lebih baik.

teks: sri rahayu
foto: jumhari S








