
Saya Magazine – Edisi 04 – Saya orang Indonesia
Saya dana Indonesai
Salah satu yang khas dari negara Indonesia ialah pada saat bulan Agustus, mulai banyak bendera Merah Putih berkibaran dimana-mana, mulai dari yang fancy , yang terbuat dari bahan yang tahan panas, tidak luntur sampai dari kertas tipis. Hampir juga disetiap kompleks perumahan RT dan RW-nya ramai-ramai buat acara Agustusan (biasa disebut begitu) dari acara sepeda hias untuk anak-anak, tarik tambang untuk bapak-bapak dan lomba menghias tumpeng untuk ibu-ibu sampai acara panjat pinang yang menjadi favorit setiap orang.
Dengan berbagai perlombaan yang ada, sepertinya kita sangat senang jadi orang Indonesia apalagi tinggal di Indonesia. Melihat keramaian di bulan Agustus sangat berbeda dari keramaian di bulan lainnya, kita merasa tidak ada jarak satu sama lain, karena biasanya dalam satu RT semua akan ikut berpartisipasi yang mampu maupun yang tidak mampu, yang jualan rokok di sebelah rumah Bapak A yang luasnya 300x warung rokok tersebut juga ikut tarik tambang, malahan dalam satu kelompok lagi. Sangat terasa kekeluargaannya.
Indonesia, seperti pendapat orang-orang asing atau bule-bule yang tinggal atau bekerja di Indonesia di rubrik ”tentang SAYA” mengatakan kalau Indonesia sangat indah dan orang-orangnya ramah (mungkin ke mereka bisa 2x lebih ramah, ngga tahu kenapa orang Indonesia mudah sekali terintimidasi oleh orang asing) dan negara yang memiliki beragam suku dan kebudayaan. Memang betul Indonesia sangat kaya dengan keragaman, pulau di Indonesia saja mencapai 17.504 (berdasarakan survei di tahun 2004) dan pastinya setiap daerah di Indonesia memiliki nuansa kota yang berbeda, seperti dikemukakan Indra Pilliang dalam kolomnya ”Dari Kota menjadi Indonesia”, setiap suku di Indonesia juga memiliki bahasa yang berbeda sekitar 10% dari total bahasa di dunia tetapi bisa jadi satu kelompok yang kita tampilkan di Style SAYA.
Menjadi orang Indonesia mau dibilang mudah, tapi juga sulit. Mungkin akan lebih mudah kita menyatakan diri kita Indonesia karena kita masih tinggal di Indonesia dan menggunakan bahasa Indonesia dan masih makan pakai sambel terasi.








