
“NGGAK JUAL TAMPANG”
Sebagai musisi pendatang baru, Marcello atau yang lebih dikenal dengan Ello cukup mendapat tempat di hati pendengarnya. Tak hanya suaranya yang oke serta penampilan panggung yang memukau, tampang keren juga menjadi salah satu sebab cepatnya single ‘Pergi Tuk Kembali’ diterima masyarakat. Bagaimana proses perjalanan karirnya? Benarkah sukses yang diraih hanya karena tampangnya? Berikut cerita putra pasangan musisi dan penyanyi senior Minggus Tahitoe dan Diana Nasution yang lahir di Jakarta, 20 Februari 1983 pada kami.
S: Senang menyanyi sejak kapan?
E: Sejak di sekolah Taman Kanak-kanak saya sudah senang nyanyi. Saya sendiri nggak tahu apakah itu bakat atau apa. Yang pasti saya bisa menyanyi saja dan sekarang sedang konsen di bidang ini.

S: Ceritain proses gimana bias terjun di dunia tarik suara juga pembuatan album perdana kamu?
E: Dari dulu cita-cita saya memang menjadi penyanyi. Tapi mendalami secara professional kira-kira 3 tahun belakangan. Sempat bergabung dengan band yang kemudian membuat demo-demo lagu, tapi belum serius sih. Sedangkan di jalur solo baru 3 bulan lalu.
Sedangkan untuk proses pembuatan album ‘Ello’ mulai kontraknya 2003 dan baru kelar beberapa bulan lalu. Ya, sekitar 2 tahunan lah.
S: Kenapa lebih memilih aliran pop di album pertama ini?
E: Musik pop adalah musik yang paling gampang artinya paling mudah diterima pendengar. Selain itu, musik pop bisa dimacem-macemin, mulai dari pop alternatif, R & B, soul, dan lain-lain.

S: Sekarang lebih konsen di dunia tarik suara, gimana dengan kuliahnya?
E: Ia ambil advertising, sekarang sudah semester 4. Kuliah bagi saya untuk meraih cita-cita, sedangkan nyanyi adalah profesi bahkan sejak kecil saya memang ingin menjadi penyanyi. Musik buat saya sangat krusial, dia bisa menembus apa saja, karena musik sudah menjadi hal yang penting dalam kehidupan manusia.
S: Gimana dong bagi waktunya apa nggak susah?
E: Memang sih kuliah rada keganggu, tapi saya berusaha total seratus persen baik di nyanyi maupun kuliah.

S: Pertama kali tampil di depan umum gimana rasanya?
E: Jujur gugup. Yang paling goblok nih, pernah tampil dengan setting duduk di kursi trus jatuh ke belakang, malunya minta ampun. Tapi show tetap lanjut, show much go on lah.
S: Hal apa yang paling sulit kamu lakukan selama karir di dunia tarik suara?
E: Sebenarnya saya nggak bisa bilang yang sulit yang mana. Tapi bagi musisi seperti saya, saat yang sulit adalah saat dimana kita tidak mengharapkan sesuatu tapi tetap terjadi. Misalnya menunggu atau nggak dihargai.

S: Milih lagu lawas sebagai single, apa alasannya?
E: Nggak tau tuh, sebenarnya nggak ada rencana untuk pake lagu ‘Pergi Untuk Kembali’ sebagai single. Yang milihin adalah pihak label. Lagu ini sebenarnya masuk di album kompilasi lagu-lagu garapan salah satu label, hanya album itu nggak jalan-jalan. Jadi saya pake lagu ini di album solo perdana saya.
S: Kamu sekarang boleh dibilang sebagai penyanyi pendatang baru yang sukses. Menurut kamu sukses itu seperti apa?
E: Sukses menurut saya adalah di saat apa yang saya sampaikan atau apa yang saya buat dalam musik bisa nyampe dan diterima dengan baik oleh audients.

S: Tampang kamu oke, seberapa besar pengaruhnya pada karir?
E: Masak sih tampang saya oke? Tapi, kalau ternyata dengan tampang saya banyak yang beli kaset ya nggak papalah. Bagus juga. Tapi saya ingin menekankan, kalau saya bukan jual tampang tapi musik.
S: Sudah tour kemana saja? Kota apa yang paling berkesan menurut kamu?
E: Baru di Jawa saja seperti Jakarta, Jogya, Surabaya dan Bandung. Juga di Bali, Makassar dan mendatang ke Medan. Sepertinya di Makassar bakalan seru deh.
S: Memang albumnya sudah terjual berapa?
E: Adaaa aja. Buat saya suatu kebanggaan sih kalau albumnya bisa kejual banyak. Tapi lebih bagus lagi kalau karya kita bisa diapresaiasikan lebih baik lagi oleh orang lain. Dan itu nggak hanya bias diukur dari penjualan album saja, tapi juga respon saat kita mangung.
S: Ngomongin soal hobi, katanya seneng sama sepak bola ya?
E: Banget, hobi beraaat. Pengen jadi pemain bola malah. Tapi, karena sibuk nyanyi, jadi sudah nggak main bola lagi apalagi badan sudah gendut begini ha ha.
S: Apa harapan kamu ke depan pada karirmu?
E: Yang paling penting karya seni saya bisa diaprisiasikan lebih baik lagi dan semoga one day bisa buat konser tunggal, yang gede dan wouw. Untuk album, saya berusaha untuk buat dan bisa menjual lebih banyak lagi.









