Bebas Bekerja Tanpa Batas

Wrap around

Andi Tenri ‘Onny’ Gappa

May 2, 2005  /  saya  /    2

Andi Tenri 'Onny' Gappa

“SAYA INGIN HIJAUKAN MAKASSAR”

“Saya dilahirkan 47 tahun yang lalu. Saya adalah bagian dari 6 miliar manusia yang ada di dunia. Sebelum wafat, saya sangat ingin berbuat sesuatu yang bisa dimanfaatkan oleh banyak orang.”

Andi Tenri Gappa atau yang biasa dipanggil Onny, lebih dikenal masyarakat karena ia adalah Ketua Harley Davidson Club Indonesia (HDCI) Sulawesi atau jabatannya yang sekarang sebagai Kepala Cabang Bank Panin di Makassar. Tapi, belum banyak yang tahu bagaimana kepeduliannya pada orang lain dan lingkungan justru sangat luar biasa. Tak banyak yang bisa berbuat seperti yang ia lakukan hingga kini, menghijaukan Kota Makassar!

Niat mulianya ini bukan omongan belaka, tapi sudah dilakoninya 15 tahun yang lalu tepatnya pada tahun 1990. Ribuan bibit tanaman dari jenis palem dan trembesi (Samanea saman) sudah ditanam tidak saja di Kota Makassar tapi juga di hampir semua kabupaten di Sulsel dan beberapa propinsi di Indonesia. “Saya dilahirkan 47 tahun yang lalu. Saya adalah bagian dari 6 miliar manusia yang ada di dunia. Sebelum wafat, saya sangat ingin berbuat sesuatu yang bisa dimanfaatkan oleh banyak orang,” ucapnya tulus.

Inspirasi menghutankan Makassar muncul saat perjalanan dari  daerah asalnya, Kabupaten Bone menuju Makassar. Sepanjang jalan, utamanya saat melintasi Kabupaten Bone dan Sinjai deretan Asam Jawa tumbuh berjejer rapi     terlihat indah dan teduh. Ternyata, yang menanam pohon-pohon tersebut tak lain adalah kakeknya sendiri. Di situlah ia bepikir untuk melakukan hal yang sama. “Meskipun kakek sudah tiada, namun apa yang dilakukan di saat masih hidup bisa dimanfaatkan banyak orang. Selain sebagai peneduh, buahnya bisa dipetik dan dijual penduduk setempat sebagai tambahan penghasilan,” kenang ayah Ian Gappa,  anak laki-laki semata wayangnya.

Menurutnya, tanaman diciptakan oleh Tuhan pasti ada maksudnya. Selain untuk sumber makanan juga memberi keseimbangan pada iklim, menyerap panas dan polusi, juga bisa menyimpan air. “Saya ingin lihat Makassar ini hijau dan teduh, sehingga saat ada di jalan tidak kepanasan. Begitu banyak manfaatnya sehingga saya memilih kegiatan pembibitan tanaman ini,” tuturnya.

Andi Tenri 'Onny' Gappa

Meskipun tak pernah tahu persis bagaimana membibitkan tanaman,  secara otodidak ia mempelajarinya lewat internet atau buku. Kegiatan pembibitan sederhana dimulai dengan mengumpulkan biji palem. Saat itu, Onny mengambil bibit dari Bandung atau dari penjual tanaman yang ada di Makassar. Dengan bantuan orang kepercayaannya, biji-biji tersebut mulai dibibitkan di polybag yang sudah diisi tanah dan pupuk. “Pembibitan saya lakukan di halaman rumah,” paparnya.

Sekitar 100.000 bibit palem raja maupun palem putri sudah ditanam di Makassar dan hampir seluruh kabupaten di Sulsel. Dalam penanaman ia bekerjasama dengan Pemda setempat. Ia memilih palem raja dan palem putri karena bentuknya yang indah dan sangat cocok di tanam di perkotaan. Palem raja yang ditanam di Kota Makassar bisa dilihat di sekitar Lapangan Karebosi, Lapangan Hasanuddin, Lapangan Golf Baddoka, di halaman Markas Kodam, sejumlah halaman Markas Kodim, sejumlah pemukiman, di beberapa halaman kantor dan instansi pemerintahan.

Tak hanya palem raja, Onny juga membibitkan trembesi (raintree) yang bibitnya diambil di Lapangan Golf Baddoka atau yang ada di sekitar Kota Makassar. Tak kurang dari 15.000 bibit sudah ditanam di ruas-ruas jalan atau tempat strategis lainnya seperti di Jalan Metro Tanjung Bunga, Jalan Veteran, Jalan Hertasning, Jalan St. Alauddin atau di Jalan Haji Bau. Bukan tanpa alasan, jika kemudian Onny memilih trembesi dalam kegiatan penghijauan ini. Selain bentuk canopinya yang indah, batangnya juga sangat besar dan kokoh, serta menjadi tempat bersarangnya beragam jenis burung. Kini trembesi yang ditanam baru berumur 1 tahun. “Jangan lah tumbuh semua, 5.000 saja yang tumbuh  pasti kota ini akan terlihat seperti hutan. Coba lihat 3 tahun lagi,” ujar Onny yang lahir di Jakarta, 1 Desember 1958.

Masih banyak obsesi keponakan almarhum Jenderal M. Yusuf ini untuk kegiatan penghijauannya. Tahun depan misalnya, ia sudah berencana melakukan pembibitan trembesi di Gorontalo, Manado, dan Ternate, masing-masing 10.000 bibit. Rencananya pembibitan akan dilakukan di masing-masing daerah untuk lebih memudahkan dalam penanaman nantinya.

Kegiatan penghijauan ini Onny lakukan atas keinginan sendiri dan menggunakan dana pribadinya. Ia tidak pernah berpikir melakukannya untuk mencari jabatan, investasi nama atau popularitas. “Punya keluarga, punya rumah, punya mobil dan punya jabatan saya rasa sudah cukup. Saya sudah sangat puas dengan kehidupan yang saya jalani saat ini.  Makanya saya ingin berbuat sesuatu yang bermanfaat untuk orang lain, itu saja.” Katanya.

Jangan salah, karena kegiatannya ini tak jarang jika beberapa temannya menganggapnya kurang kerjaan. “Buat apa sih bikin kayak gituan, gila kali kamu.” Tapi, Onny tetap bertekad meneruskan niatnya. “Ya, mungkin mereka belum tahu saja apa manfaat dari kegiatan yang saya lakukan ini. Belum tahu bagaimana hidup itu sebenarnya,” ucapnya.

Tapi anggapan orang tentangnya, tak dihiraukan, di sela-sela kesibukannya dan dukungan keluarga terutama istri dan anaknya membuat Onny semakin bertekad untuk melakukan penghijaun sampai kapan pun. “Pokoknya selama hidup saya, akan terus membibitkan tanaman,” ucapnya.

Karena antusiasnya dalam penghijauan kota ini, tahun 1994 Onny sempat mengiklankan ke koran tentang pembibitan tanamannya ini. Ia berharap dengan memberi gratis bibit-bibit tanaman tersebut, masyarakat akan tergerak menanamnya. Tak jarang, ia juga membagikan gratis bibit-bibit tanamannya kepada para penjual tanaman. Ia juga sangat senang jika ada yang mau menanam bibit-bibitnya. “Silahkan kontak saya, mau 100 bibit atau 1.000 bibit akan saya berikan cuma-cuma,” katanya bersemangat.

Ia berharap kegiatan penghijauan ini di dukung oleh masyarakat luas. Ia juga ingin nantinya setiap kelurahan bisa mengkoordinir warganya untuk menanam. Karena menurutnya dengan melibatkan masyarakat untuk menanam di sekitar tempat tinggalnya otomatis mereka juga akan menjaga dan merawat tanaman sebaik-baiknya. Untuk niat mulianya ini, Onny sudah mulai mempersiapkan kegiatan pembibitan yang akan dimulai Juni nanti. Sehingga pada bulan Desember (bertepatan musim hujan), bibit sudah siap tanam.

Kadang kita berpikir apa yang dilakukan ini sudah menjadi tugas pemerintah terkait. Tapi, sebenarnya apa yang dilakukan Onny bisa juga dilakukan oleh semua orang. Yang penting adalah niat dan kemauan untuk mewujudkannya.  Sebelum mengakhiri obrolan, Onny berpesan,  “selama hidup di dunia, buatlah sesuatu, apa saja, yang bisa bermanfaat buat diri sendiri dan orang lain.”

*Sri Rahayu


COMMENTS

  1. REPLY Andi Irwan SMB,S.Sos /  Dec 24, 2011 at 7:19pm

    Sukses Selalu buat kakanda A.Onny Gappa…
    Kawan kawan sangat mengapresiasi pikiran – pikiran yang baik dari kakanda sehingga sangat ingin bersama sama meraih mimpi itu…
    salam hijau

    Lembaga Bumi Indonesia
    Sulawesi-Selatan

  2. REPLY ASRIJAL /  Mar 20, 2012 at 3:53pm

    SEMOGA APA YANG DIIMPIKAN JADI TERWUJUD.AMINNNNNNNNN

PINGBACKS

No Pingbacks

POST A COMMENT









 Follow this comment from email.

Copyright 2010 - Saya Magazine